Mental Health

Anxiety atau Anxiety Disorder? Yuk Bedain Biar Nggak Salah Paham

Cemas itu wajar dan normal, misalnya saat mau ujian atau presentasi, dan biasanya reda setelah situasi selesai. Tapi beda dengan gangguan kecemasan, di mana rasa cemas muncul terus-menerus tanpa alasan jelas, susah dikontrol, bahkan sampai menggganggu tidur, fokus, kerja, atau hubungan sosial. Oleh karena itu, mencari bantuan bukan tanda lemah, tapi bentuk peduli dengan diri sendiri.

Penulis: Siti Nur Aqilah 

Di zaman sekarang, ngomongin soal “anxiety” udah bukan hal yang asing lagi. Di media sosial, istilah itu sering banget muncul dari mana aja. Tapi, nggak jarang juga orang masih bingung antara rasa cemas biasa dan gangguan kecemasan (anxiety disorder). Padahal, keduanya mirip tapi nggak sama.

Nah, biar nggak salah paham, yuk bahas bareng-bareng apa bedanya!

Cemas itu wajar, namanya juga manusia. Rasa cemas sebenarnya hal yang sangat normal. Semua orang pasti pernah ngerasain. Misalnya saat mau ujian, presentasi di depan kelas, wawancara kerja, atau saat nunggu chat yang nggak dibales-bales, iya sih, itu juga bisa bikin cemas.

Cemas itu muncul karena otak kita lagi aktif ngasih sinyal “awas, ada ancaman nih!”. Jadi tujuannya baik, supaya kita bisa siap menghadapi situasi yang menegangkan. Jadi, kalau kamu deg-degan sebelum tampil atau khawatir soal tugas yang belum kelar, itu masih tergolong cemas yang sehat.

Biasanya, setelah situasi itu selesai, rasa cemas juga ikut reda. Kamu bisa kembali fokus, tidur nyenyak, dan hidup seperti biasa.

Beda halnya dengan gangguan kecemasan. Kalau cemas biasa datang dan pergi, gangguan kecemasan itu kayak “tamu” yang nggak pulang-pulang. Rasa cemasnya muncul terus-menerus, bahkan tanpa alasan yang jelas. Kadang kamu bisa lagi santai, tapi tiba-tiba jantung berdebar, tangan dingin, atau kepala penuh pikiran negatif yang nggak bisa dikontrol.

Contohnya, kamu takut banget hal buruk bakal terjadi, padahal nggak ada tanda-tandanya. Contoh lain, kamu menghindari tempat ramai karena ngerasa orang bakal nge-judge kamu (ini bisa termasuk salah satu gejala social anxiety disorder), atau kamu sering banget ngerasa sesak, gemetar, dan panik tiba-tiba (ini ciri khas panic disorder).

Jadi intinya, bedanya ada di intensitas dan dampaknya. Kalau sampai ganggu tidur, fokus, kerja, kuliah, atau hubungan sosial itu udah bisa jadi tanda gangguan kecemasan.

Banyak orang yang punya gangguan kecemasan tapi nggak sadar, karena mereka pikir itu cuma “overthinking”. Padahal, ada beberapa tanda yang sebaiknya diperhatikan, seperti:

  1. Susah tenang bahkan di situasi yang aman,
  2. Terlalu mikirin hal-hal kecil sampai capek sendiri,
  3. Sulit tidur karena pikiran muter terus,
  4. Sering sakit kepala, jantung berdebar, atau keringat dingin,
  5. Ngerasa takut tapi nggak tahu takut apa.

Kalau kamu sering ngalamin hal-hal di atas, terutama sampai ganggu aktivitas harian, itu tandanya kamu perlu check-in sama diri sendiri atau lebih baik lagi, konsultasi ke profesional (boleh ke dokter dulu, psikolog atau langsung ke psikiater).

Penting banget diingat, punya gangguan kecemasan itu bukan berarti kamu lemah. Itu sama seperti waktu kita sakit fisik, butuh perhatian dan perawatan. Kadang cukup dengan terapi psikologis seperti Ccognitive Behavioral Ttherapy (CBT), relaksasi, atau mindfulness. Tapi kalau udah parah, dokter (biasanya akan diarahkan ke psikiater) mungkin bakal bantu dengan pengobatan.

Yang penting, jangan self-diagnose cuma dari media sosial, dan jangan menyepelekan juga. Kalau kamu ngerasa “ada yang nggak beres”, cari bantuan lebih awal justru langkah paling berani.

Cemas itu bagian dari kehidupan. Tapi kalau cemasnya udah menguasai hidup kamu, bikin kamu kehilangan kendali, atau ganggu keseharian, mungkin udah saatnya kamu berhenti bilang “aku cuma overthinking” dan mulai bilang “kayaknya aku butuh bantuan”.

Karena nyari pertolongan bukan tanda lemah, tapi tanda kalau kamu peduli sama diri sendiri.

Sumber: 

Alodokter. (2022, April 16). Mengenal Anxiety yang mengganggu dan Berbagai Jenisnya. Alodokter. https://www.alodokter.com/mengenal-anxiety-yang-mengganggu-dan-berbagai-jenisnya?. Diakses pada 27 Oktober 2025.

Kemenkes. (2021). Gangguan Kecemasan Umum. Kemkes.go.id. https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/kelainan-mental/gangguan-kecemasan-umum?. Diakses pada 27 Oktober 2025.

Kemenkes. (2025, January 13). 7 Jenis Gangguan Mental: Ketahui Gejala dan Penanganannya. Kemkes.go.id. https://ayosehat.kemkes.go.id/jenis-gangguan-mental?. Diakses pada 27 Oktober 2025.

Kurniawan, D., Mu’arifah, N. E. I., & Ma’shum, A. R. (2022). Analisis Eskalasi Panic Attack And Anxiety Disorder Terhadap Kesehatan Mental Remaja. Busyro: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Islam, 3(2), 89–98. https://doi.org/10.55352/kpi.v3i2.236

Avatar Admin Narajiwa
Ditulis oleh Admin Narajiwa

Penulis di Narajiwa.